MUSLIM NUSANTARA
Muslim Nusantara
merupakan orang-orang muslim di Indonesia lain dengan istilah Islam Nusantara
pada hakekatnya Muslim Nusantara itu terafiliasi oleh islam pertama kali
dicetuskan sehingga corak keislaman orang Indonesia akan berkiblat pada agama
islam pertama kali didirikan ( Arab). Islam pertama kali diajarkan diarab karena pada saat itu
bangsa arab sudah keluar dari ajaran-ajaran terdahulu yang dibawa oleh para
nabi, dan kitab-kitab sebelumnya sudah tidak sesuai dengan firman Allah, ini dikarenakan banyak kaum yang memutar balikan Firman itu sehingga
keontentikan Kitab sudah tidak murni lagi.
Nabi Muhammad SAW sebagai pilar pemurnian aqidah mulai
dirintis dengan segala upaya baik secara moral, tenaga, harta maupun nyawa untuk
berdirinya Ketauhidan profetik ( Tauhid sesuai ajaran Nabi ), namun Bangsa Arab
tidak langsung percaya akan ketauhidan yang dibawa oleh Rasulullah, bahkan
dianggap pengigau, tukang sihir ketika itu banyak bangsa arab yang masih mempermasalahkan agama yang dibawa oleh rasulullah ( islam ) mereka mencari suatu kebenaran didalamnya apakah benar apa yang disampaikan rasulullah atau hanya igaoan dengan berjalannya waktu dan hijrahnya nabi islam berkembang karena pa yang dibawakan oleh nabi itu memang benar, maka islam diarab menjadi kuat dan berkembang
hingga saat ini, tapi jika Islam itu diturunkan dinusantara ( Indonesia )
apakah islam itu berkembang melihat dari kultur dan budaya masyarakat Indonesia
itu mudah terkontaminasi oleh hal-hal baru yang belum tentu ada kebenarannya
seperti saat ini perpolitikan masyarakat terbius oleh hal-hal yang baru yang belum tentu ada kebenarannya. Corak muslim nusantra itu memiliki khas masing-masing daerah namun tidak keluar dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah artinya kearifan lokal dalam berinteraktif dengan masyarakat disekitar, bercocok tanam sesuai dengan unsur hara didalam tanah membangun rumah sesuai kontur tanah islam nusantara itu seperti apa? apakah ada kitab yang diturunkan dibumi nusantara atau ada nabi yang diturunkan dinusantara.
Jadilah sebagai Muslim Pencarian dari pada muslim keturunan atau warisan, seyogyanya muslim pencarian akan lebih kuat dari pada muslim keturunan atau warisan, karena muslim keturunan atau warisan hanya mengandalkan doktrin kekhasan tradisional, sehingga orang muslim hanya berkutad pada dokma-dokma figuritas tanpa melihat atau mencari islam yang haqiqi yang murni sesuai dengan khitah perjuangan Rasulullah dalam menegakan ketauhidan. sejarah nabi Ibrahim Alaihi salam, dalam mencari kebeneran Tuhannya bertanya pada gejala alam pada bintang, bulan, matahari, namun semua bergulir pada waktunya, hakekat sejati Tuhan itu tidak pernah sirna walaupun hanya sekejap jadilah muslim pencarian yang haqiqi kaffah.
Muhammadiyah bukan agama
pada awal pendirian muhammadiyah 1912 merupakan metodologi untuk proteksi para warga bumiputra cerdas dari segala hal, baik ilmu agama maupun dari segi ilmu dunia hingga saat ini, berkomitmen menjalankan aqqidah yang yang sesuai dengan ajaran Rasulullah yaitu pemurnian ketauhidan, tanpa mencampur adukan antara tradisi dengan agama, artinya muhammadiyah adalah suatu payung pergerakan untuk mencapai kemajuan umat islam bukan semakin kemunduran umat yang hanya faham pada sisi upacara keagamaan yang disebarkan dengan pendekatan kultural dan mencampur adukan budaya dengan agama, seolah-olah masyarakat sekarang ini masih bodoh dan tidak mengerti tulisan, jika para kyai kampung terus menerus mengajarkan agama hanya pada doktrin taklid buta maka islam didesa hanya sebatas mengetahui islam seperti ini tanpa mengerti perkembangan zaman, tantangan zaman, pola asuh anak modern. Jadilah muslim pencarian jangan menjadi muslim keturunan atau muslim warisan jadilah muslim yang mencari kehaqiqian islam yang murni, bertauhid yang kaffah sesuai dengan ajaran Rasulullah, jangan menjadi muslim tradisi yang berkutad pada kampung namun berkembang pada semesta alam, itulah islam yang berkemajuan.
pada era ini umat muslim telah diuji keimanannya dengan adanya fitnah-fitnah yang menggugurkan aqidah umat, perang disyiria, palestina, afganistan perang dimana dinegara kaum muslimin berperang, inilah pertaruhan keimanan seorang manusia dalam mempertahankan ketauhidan.
Jadilah sebagai Muslim Pencarian dari pada muslim keturunan atau warisan, seyogyanya muslim pencarian akan lebih kuat dari pada muslim keturunan atau warisan, karena muslim keturunan atau warisan hanya mengandalkan doktrin kekhasan tradisional, sehingga orang muslim hanya berkutad pada dokma-dokma figuritas tanpa melihat atau mencari islam yang haqiqi yang murni sesuai dengan khitah perjuangan Rasulullah dalam menegakan ketauhidan. sejarah nabi Ibrahim Alaihi salam, dalam mencari kebeneran Tuhannya bertanya pada gejala alam pada bintang, bulan, matahari, namun semua bergulir pada waktunya, hakekat sejati Tuhan itu tidak pernah sirna walaupun hanya sekejap jadilah muslim pencarian yang haqiqi kaffah.
Muhammadiyah bukan agama
pada awal pendirian muhammadiyah 1912 merupakan metodologi untuk proteksi para warga bumiputra cerdas dari segala hal, baik ilmu agama maupun dari segi ilmu dunia hingga saat ini, berkomitmen menjalankan aqqidah yang yang sesuai dengan ajaran Rasulullah yaitu pemurnian ketauhidan, tanpa mencampur adukan antara tradisi dengan agama, artinya muhammadiyah adalah suatu payung pergerakan untuk mencapai kemajuan umat islam bukan semakin kemunduran umat yang hanya faham pada sisi upacara keagamaan yang disebarkan dengan pendekatan kultural dan mencampur adukan budaya dengan agama, seolah-olah masyarakat sekarang ini masih bodoh dan tidak mengerti tulisan, jika para kyai kampung terus menerus mengajarkan agama hanya pada doktrin taklid buta maka islam didesa hanya sebatas mengetahui islam seperti ini tanpa mengerti perkembangan zaman, tantangan zaman, pola asuh anak modern. Jadilah muslim pencarian jangan menjadi muslim keturunan atau muslim warisan jadilah muslim yang mencari kehaqiqian islam yang murni, bertauhid yang kaffah sesuai dengan ajaran Rasulullah, jangan menjadi muslim tradisi yang berkutad pada kampung namun berkembang pada semesta alam, itulah islam yang berkemajuan.
pada era ini umat muslim telah diuji keimanannya dengan adanya fitnah-fitnah yang menggugurkan aqidah umat, perang disyiria, palestina, afganistan perang dimana dinegara kaum muslimin berperang, inilah pertaruhan keimanan seorang manusia dalam mempertahankan ketauhidan.
Budaya dan Agama
Budaya di Indonesia banyak hasil akulturasi dengan budaya dari luar baik secara menyeluruh maupun sebahagian. kutipan dari https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia
Kebudayaan nasional[sunting | sunting sumber]
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
| “ | Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199 | ” |
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.[1]
Wujud kebudayaan daerah di Indonesia[sunting | sunting sumber]
Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut ini beberapa kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya:
Rumah adat[sunting | sunting sumber]
- Berikut adalah daftar rumah adat di Indonesia
- Aceh:
- Sumatera Utara:
- Sumatera Barat:
- Rumah Gadang
- Uma (Mentawai)
- Riau:
- Kepulauan Riau: Rumah Belah Bubung
- Jambi:
- Bangka Belitung: Rumah Rakit
- Bengkulu: Rumah Bubungan Lima
- Sumatera Selatan:
- Lampung: Nuwo Sesat
- Jakarta: Rumah Kebaya (Rumah Bapang) dan Rumah Gudang
- Jawa Barat dan Banten: Rumah Kesepuhan
- Yogyakarta: Bangsal Kencono
- Jawa:
- Joglo (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
- Tanean Lanjhang (Madura)
- Bali: Gapura Candi Bentar
- Nusa Tenggara Barat: Rumah Dalam Loka Samawa (Lombok)
- Nusa Tenggara Timur:
- Kalimantan Barat: Rumah Panjang
- Kalimantan Selatan : Rumah Banjar
- Kalimantan Tengah: Rumah Betang
- Kalimantan Timur: Rumah Lamin
- Kalimantan Utara: Rumah Baloy
- Sulawesi Selatan:
- Bola Soba (Bugis Bone)
- Balla Lompoa (Makassar Gowa)
- Sulawesi Barat: Tongkonan (Tana Toraja)
- Sulawesi Tenggara:
- Sulawesi Utara: Rumah Bolaang Mongondow
- Sulawesi Tengah: Souraja
- Gorontalo:
- Maluku: Balieu (dari bahasa Portugis)
- Maluku Utara: Sasadu
- Papua: Honai
- Papua Barat:
Upacara Adat[sunting | sunting sumber]
Upacara adat merupakan suatu bentuk tradisi yang bersifat turun-temurun yang dilaksanakan secara teratur dan tertib menurut adat kebiasaan masyarakat dalam bentuk suatu rangkaian aktivitas permohonan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selain itu, upacara adat merupakan perwujudan dari sistem kepercayaan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai universal, bernilai sakral, suci, religius, dilakukan secara turun-temurun serta menjadi kekayaan kebudayaan nasional.
Unsur-unsur dalam upacara adat meliputi: tempat upacara, waktu pelaksanaan, benda-benda/peralatan dan pelaku upacara yang meliputi pemimpin dan peserta upacara.
Jenis-jenis upacara adat di Indonesia antara lain: Upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, pengukuhan kepala suku dan sebagainya.
Beberapa upacara adat tradisional yang dilaksanakan masyarakat antara lain:
Sumatera[sunting | sunting sumber]
- Peucicap di Aceh
- Peusijuek dapu di Aceh
- Peutron Aneuk di Aceh
- Tabuik di Sumatera Barat
- Balimau di Sumatera Barat
- Makan bajamba di Sumatera Barat
- Basuh lantai di Kepulauan Riau
- Mandi safar Melayu di Kepulauan Riau
- Ratif saman di Kepulauan Riau
- Tepuk tepung tawar di Kepulauan Riau
Jawa[sunting | sunting sumber]
- Seren taun di Jawa Barat
- Mitoni, tedak siti, ruwatan, kenduri, grebegan di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur
- Dugderan oleh masyarakat Semarang
- Kasodo oleh masyarakat Tengger
Kalimantan[sunting | sunting sumber]
Kalimantan Barat[sunting | sunting sumber]
- Gawai Dayak masyarakat Dayak
- Robo-robo masyarakat Mempawah
Kalimantan Tengah[sunting | sunting sumber]
- Tiwah masyarakat Dayak Ngaju
Kalimantan Selatan[sunting | sunting sumber]
- Baayun Mulud masyarakat Banjar
- Badudus masyarakat Banjar
- Bapapai masyarakat Banjar
- Aruh Baharin masyarakat Dayak
- Mappanretasi masyarakat Bugis Pagatan
- Macceratasi masyarakat Kotabaru Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur[sunting | sunting sumber]
Sulawesi[sunting | sunting sumber]
- Mapasilaga tedong suku Toraja
- Rambu solo suku Toraja
Nusa Tenggara[sunting | sunting sumber]
- Ngaben di Bali
- Nelu bulanin di Bali
- Pasola sumba di Pulau Sumba
Maluku[sunting | sunting sumber]
- Kololi kie di Maluku Utara
- Pukul sapu di Maluku
- Abdau di Maluku
- Buka sasi lompa di Maluku
Papua[sunting | sunting sumber]
- Barapen atau Bakar batu di Papua
- Sanepen di Biak
Tarian[sunting | sunting sumber]
Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagaisanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.
Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tarikontemporer.
Lagu[sunting | sunting sumber]
Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.
Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku.
Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagu penyemangat bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan.
Perbedaan antara lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya yang diciptakan olehWage Rudolf Soepratman.
Musik[sunting | sunting sumber]
Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dariJawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali
Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri.[2] Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut.
Seni Gambar[sunting | sunting sumber]
Seni Patung[sunting | sunting sumber]
Pakaian Adat[sunting | sunting sumber]
Berikut adalah daftar pakaian adat di Indonesia:
- Aceh
- Sumatera Utara:
- Ulos
- Suri-suri
- Gotong
- Gara Gara/Beka buluh
- Baru Oholu dan Õröba Si’öli (Nias)
- Sumatera Barat (Minang):
- Riau/Jambi (Melayu):
- Kepulauan Riau (Melayu)
- Bangka Belitung
- Sumatera Selatan:
- Lampung:
- Jakarta
- Baju Koko dan Caping
- Kebaya Encim/Hwa Kun dan Kembang Goyang
- Jawa:
- Batik
- Beskap dan Blangkon
- Kebaya
- Dodotan
- Baju Pesa'an (Madura)
- Kebaya Rancongan (Madura)
- Bali:
- Nusa Tenggara Timur:
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Utara (Minahasa)
- Sulawesi Tengah (Toraja)
- Sulawesi Selatan (Bugis/Makassar):
- Maluku
- Papua:
- Papua Barat:
Seni Suara[sunting | sunting sumber]
Seni Sastra[sunting | sunting sumber]
Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.
Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.
Makanan[sunting | sunting sumber]
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit,kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih,ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.
Film[sunting | sunting sumber]
Era awal perfilman Indonesia ini diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Batavia dengan nama Gambar Idoep yang menayangkan berbagai film bisu.
Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradaraBelanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Saat film ini dibuat dan dirilis, negara Indonesia belum ada dan masih merupakan Hindia Belanda, wilayahjajahan Kerajaan Belanda. Film ini dibuat dengan didukung oleh aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.
Perfilman Indonesia sendiri memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.
Selain film-film komersil, juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisikyang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakimseperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth,Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun. Dari semua seni budaya terlahir dari cipta karsa masyarakat pada waktu dari hasil akulturasi masyarakat baik lokal maupun pendatang.
kebanyakan budaya terlahir dari pengajaran Agama Islam, Hindu, Budha, Katholik dan kepercayaan Animisme.
